Ngopi #2 : Pajak-pajak dalam Properti

Kafe Ranah Kopi, tempat  “kongkow” baru TDA Depok di bilangan Margonda raya yang sering menjadi pilihan tempat berbagai acara dengan kapasitas sedang ini, dipilih kembali sebagai lokasi FGD (Forum Grup Diskusi) Klub Properti TDA Depok. Dengan mengusung tema perpajakan di bisnis properti, sabtu 21 September 2013 penggiat bisnis properti dapat belajar bersama tentang perpajakan di dunia properti  dengan ahlinya.

FGD dibuka pukul 10.30 pagi dengan suasana santai dan akrab oleh Achmad Yani Hasyim selaku Ketua Klub Properti  TDA Depok . Sang ketua  klub yang biasa disapa Yayan Radiva, secara sekilas menyampaikan beberapa tema FGD yang pernah diadakan dan rencana FGD selanjutnya.   Hadir juga Ketua TDA depok, Herri setiawan yang kebetulan juga adalah anggota klub properti TDA Depok.  Lebih dari 20 peserta hadir dalam acara yang selalu mendatangkan pemateri  bidang properti yang kompeten. 

Adalah Fajar Budiman, yang saat ini menjabat sebagai Managing Director jakarta Strategic Consulting yang diundang sebagai pemateri pajak di FGD kali ini. Dengan runut dan jelas Fajar mengupas satu persatu , pajak apa saja yang menjadi kewajiban di bisnis broker atau developer.  Beberapa solusi dan tips tak pelit untuk dibagi ke peserta FGD agar kita dapat menjadi pembayar pajak yang bijak tanpa “nunggak”.

Seperti halnya Zainul, salah satu pengembang senior di Klub Properti TDA Depok yang sengaja hadir bersama karyawannya di FGD kali ini. Kasus yang beliau hadapi dalam di bisnis propertinya selama ini beberapa kasus adalah kasus perpajakan yang cukup menyita perhatian beliau. Pertanyaan disesi tanya jawab, bertubi-tubi dilakukan oleh lelaki kelahiran Surabaya ini. Tak puas bertanya saat FGD berlangsung, sembari makan siang beliau kembali berdiskusi cukup serius dengan pemateri. Tampak wajah Zaiunul mulai mereda dan tenang ketika pilihan solusi telah didapatnya.

Peserta lainnya, tak cukup puas bertanya dan diskusi, usai jeda sholat dzuhur dan makan siang FGD kembali dilajutkan dengan beberapa pertanyaan yang telah indent sebelumnya.  Lepas pukul 2 siang, dengan janji menjelaskan lebih rinci dan kasus perkasus di lain waktu yang lebih banyak,  Fajar mengakhiri diskusi FGD siang itu. Yayan Radiva menutup FGD kali ini dengan harapan dapat memberi manfaat bagi peserta FGD.