Pengajian Bisnis : Islamic Business Model Sesi #1 TDA Depok Forum

Sabtu, 18 Januari lalu, di tengah suasana hujan, acara kick off Pengajian Bisnis TDA Depok peserta tidak menyurutkan langkah Member TDA Depok untuk hadir. Dengan dihadiri 50an peserta, acara  berlangsung dengan sangat hangat bersemangat. Bertempat di masjid Startup Center, yang dihiasi pot berisi tanaman delima dan buah tin yordania serta zaitun, menambah segar suasana pagi itu.

Adalah Muhaimin Iqbal – atau akrab dipanggil Iqbal, demikian beliau biasa disapa. Mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur Asuransi Bintang Tbk, pada bulan Mei 2008 untuk kemudian selanjutnya mengembangkan gerai dinar yang telah dirintis sejak desember 2007. Dikenal sebagai salah satu tokoh perasuransian nasional dan sudah mengabdikan diri di dunia asuransi sejak tahun 1987. Beliau didaulat TDA Depok untuk menjadi mentor tetap Pengajian Bisnis bulanan yang digagas oleh kepengurusan TDA Depok 3.0

Acara dimulai pukul 09.15 WIB dengan Networking Session sebagai pembuka. Peserta sangat antusias dengan langsung praktek pitching ala Elevator Speech. Tepat pukul 09.30 WIB, Herri Setiawan sebagai Ketua TDA Depok memberi opening speech bertema Pebisnis 5M yaitu Muahadah (perjanjian kita dengan Allah), Mujahadah (kesungguhan dalam beraksi/ beramal soleh), Muroqabah (merasakan kedekatan dengan Allah), Muhasabah (evaluasi atas pencapaian kita), Muaqobah (hukuman atau penalti atas kekurangan kita)

Sesi materi pun dimulai langsung setelah opening speech Ketua TDA Depok. Muhaimin Iqbal, langsung membuka kajian Islamic Business Model dengan tamparan keras. Mengutip kisah kekalahan kaum Muslimin di tangan Bangsa Mongol (Tatar), Juga, Invasi pasukan Mongol pimpinan Hulagu Khan (cucu Genghis Khan) yang menjajah negeri Muslim (Baghdad, Syria dan Asia Tengah). Seluruh negeri Muslim jatuh tunduk dibawah penjajahan bangsa Tatar, kecuali Makkah, Madinah dan Mesir.

Perlawanan dimulai dengan titik balik kepemimpinan Saifuddin Muzaffar al-Qutuz, Sultan dari Mamluk Mesir. Tahun 1260 beliau memimpin pasukan bertempur di Ayn Jalut melawan pasukan besar pimpinan Kitbuqa. Pasukan Sultan al-Qutuz dibawah komando Panglima Baibars tidak hanya mengalahkan pasukan Mongol (Tatar) tetapi lebih jauh dari itu menyebabkan kerugian besar dan ketakutan bagi kekaisaran Mongol dan akhirnya pasukan Mongol berhenti menghancurkan negeri-negeri Muslim.

Muhaimin Iqbal berbagi rahasianya kemenangan Sultan al-Qutuz, yaitu sang Sultan dan pasukannya konsisten menjaga 3 hal selama 10 tahun terakhir, yaitu Shalat wajib, Shalat rawatib dan Shalat malam (tahajjud, qiyamullail). Beliau mengajak kita untuk melakukan gerakan nyata dengan teknik yang sama, kita juga bisa melakukan turn over melawan hegemoni sistem yang tidak Islami. Saat ini karena kekuatan ekonomi dunia dikuasai, didominasi dan dipengaruhi oleh sistem yang tidak Islami, maka seakan-akan konsep bisnis Islami menjadi sesuatu yang mustahil dan tidak mungkin bisa direalisasikan ditengah kepungan model bisnis ribawi yang sistemik yang masuk dalam sistem moneter.

Pertama soal Mindset,
Konsep ribawi menurut Al Quran bisa dilawan dengan Jual Beli (trading/ al-bayu) dan Shadaqah. Allah SWT berfirman, Wa ahalla Allahu al-bay wa harrama al-ribaa (Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba) Yamhaqu Allahu al-ribaa wa yurbi al-shadaqat (Allah telah menghancurkan riba dan menumbuhsuburkan shadaqah).

Kedua soal Mentalitas,
Pengusaha Muslim saat ini mirip kondisinya seperti umat Muslim di zaman penjajahan Mongol/Tatar. Takut, lemah dan inferior/rendah diri. Tidak berani mengadakan perlawanan balik. Karena jauh dari kekuatan spiritualitas dan tidak meyakini bahwa kekuasaan dan kekuatan Allah SWT jauh melebihi apapun juga di dunia ini.

Karena itu, resep Muhaimin Iqbal adalah konsisten selama 10 tahun mengikuti 3 point amalan Sultan Saifuddin Muzaffar al-Qutuz di atas.Dalam perspektif Islamic Business Model secara makro, Muhaimin Iqbal menjelaskan prototype sistem di zaman Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Di zaman Islam dahulu, pelaku riba melakukan praktek sembunyi-sembunyi, sebab mereka dipandang hina berdosa oleh publik dan dikejar aparat untuk ditangkap.Banyak yang bisa kita lakukan untuk mulai bangkit membebaskan bisnis kita dari bencana ribawi yang sistemik.

Sebelum berakhir, Leo Baringin tampil presentasi ODOJ (One Day One Juz) beserta urgensinya. Ketua TDA Depok turut memotivasi peserta dan panitia untuk ikut program yang bermanfaat ini. Bagi anggota TDA Depok yang ingin mengikuti program ODOJ, bisa langsung daftar ke Leo Baringin (PIN 7534F375).

Forum ini mendapat dukungan Kangen Water (Indah Rahma) yang menemani pembicara maupun peserta sepanjang pagi hingga siang hari. Kios Delima (Permata Surie) berbaik hati memberi bingkisan travel charger holder. Tak mau ketinggalan mendapatkan berkah, Dafi (owner Ayam Babe)
Seru dan penuh kegembiraan.

Shalat dhuhur berjamaah dilaksanakan dengan imam Muhaimin Iqbal dan khusus muadzin kali ini adalah Ketua TDA Depok, Sampai jumpa di Pengajian bulan Februari yaah.

Wassalamualaikum WrWb.
John Arianto

TDA Depok Registered Member ID No.003-00626

Incoming search terms:

  • kelompok pengajian one day just
  • pengajian daerah depok
  • pengajian di depok
  • star up depok by muhaimin iqbal