Liputan Seminar Rahasia Milliader Fashion Online

Klub Fesyen TDA Depok kembali mengadakan seminar bagi masyarakat pebisnis bidang fesyen di wilayah Depok.  Bertempat di Fakultas Sastra Jepang Universitas Indonesia Depok,  Kamis (13/03) lalu dengan mengusung tema Rahasia Milliader Fashion Online. Dihadiri lebih dari 100 lebih peserta dari seputaran Depok dan beberapa TDA wilayah lain membuat seminar klub wilayah ini menjadi setara dengan seminar nasional. Tercatat TDA Wilayah yang berkesempatan mengikuti seminar tersebut adalah TDA Bogor, TDA Sukabumi, TDA Bandung, TDA Pemalang, TDA Surabaya bahkan hingga TDA Banjarmasin.

Adalah Hikmanul Hakiem sang pemilik merek dagang rumahmadani.com yang kali ini terundang sebagai pembicara di sesi awal.  Sosoknya  sederhana dan santai itu mengisahkan pengalaman membangun bisnisnya, bermula ketika memutuskan untuk menjadi wirausaha setelah 15 tahun mengabdi pada mimpi orang lain hingga pencapaian sukses hari ini. Hakiem, begitu biasa ia disapa, menjelaskan, bahwa tidak mengerti sama sekali tentang  fashion membuat evaluasi menjadi kunci rahasianya. “Pokoknya evaluasi, evaluasi dan evaluasi” papar Hakiem menegaskan.

Hakiem juga berbagi tentang berbagai strategi  wom (worth of mouth), pengorganisasian toko online, riset pasar hingga pelayanan super  ke pelanggan. Tak hanya pengalaman dan strategi jitu berbisnis online saja yang dibagi ke peserta, juga sisi romantisme bisnis. Sejumlah baju yang dibelinya 7 tahun yang lalu kala pengetahuannya masih minim tentang fashion ternyata masih disimpannya. “Lumayan buat kenang-kenangan, meski kadang suka tertawa sendiri jika ingat saat itu” kenang Hakiem.

Pada sesi berikutnya,  ada Achmad Zaky pendiri bukalapak.com yang  juga meng-arsitek-i keberhasilan hijup.com di dunia e-commerce. Ini juga menjadi alasan mengapa seminar ini diburu peserta dari berbagai wilayah. Zaky berusaha berbagi tentang pengalamannya membidani bukalapak.com dan hijup.com.  Mulai dari harus berfikir besar, mendelegasikan tugas hingga menjaga pertumbuhan bisnis. Di lain hal Zaky menjelaskan bahwa stagnansi  bisnis terjadi umumnya wirausahawan tidak tau “Main KPI (Key Performance Indicator)” mereka. Dengan kata lain memahami  dan menetapkan indikator-indikator kunci pada perkembangan bisnis kita adalah sebuah keharusan.

Suami dari Diajeng Lestari (Managing Director Hijup.com) ini juga menjawab dengan gamblang setiap pertanyaan peserta seminar saat sesi tanya-jawab. Baik dari sisi teknis penanganan hijup.com maupun kilas balik kesuksesan bukalapak.com.  Zaky meyakinkan peserta bahwa ide bukan segalanya, karena 90% keberhasilan ditentukan dari eksekusi itu sendiri. Dan konklusi dari sesi kedua ini adalah kriteria bisnis besar itu sendiri. “Pendirinya memiliki visi besar (Great Vision), memiliki tim yang solid  dan tangguh (Great Team), memiliki pasar yang besar (Big Market),  pengontrolan KPI (KPI Control), menjadi yang pertama dan bergerak cepat  (First mover –move fast), permodalan yang besar (Big Capital)” tutup Zaky.

Hasan Basri, dari wilayah TDA Banjarmasin yang berkesempatan ikut seminar ini merasa sangat beruntung  karena selain dapat menjalin silaturahmi dengan TDA wilayah lain sekaligus dapat “menyedot” ilmu dan pengalaman pemateri seminar yang luar biasa. Senada dengan Hasan Basri, Ilmar dari TDA Pemalang yang  juga pemilik usaha konveksi  ini merasa wawasannya makin terbuka dan langkahnya makin mantap untuk menapaki sukses di bisnis konveksinya, bahkan ia berniat untuk menguatkan produksi dan membuat merek sendiri.  Selain TDA wilayah, peserta dari komunitas Yuk Bisnis dan Rekomended OnlineShop cukup banyak dan sangat antusias, terbukti saat kesempatan tanya jawab di tiap sesi pemateri terlihat mendominasi pertanyaan.

Banjir dooprize di seminar kali ini karena banyaknya sponsor yang ambil bagian untuk memeriahkan acara bisnis per-sandang-an ini. Sebut saja Siomay Aisha, Hazimah , Kios Delima, Innez Collection, Aidestore, Novalia, Rahma Olshop dan Little Akhwat sebagai pendukung acara. Yeyen Melan sebagai ketua pelaksana menyatakan cukup puas dengan kesuksesan acara klub fesyen kali ini karena melebihi target baik dari peserta maupun sponsor, terlebih para pemateri dapat memberikan lebih dari yang diharapkan peserta.”alhamdulillah dari target 100 orang peserta dan 5 sponsor ternyata terlampaui” jelas pemilik little akhwat dengan sumringah.