Quadrant Coaching & Mentoring Business

[ad_1]

Pernahkah kita lihat Quadrant Cashflow punya R. Kiyosaki ? Kuadran itu menjelaskan tentang posisi kita ketika berada dalam bisnis. Apakah kita berada di kuadran E (Employee / Pegawai) ? Apakah kita berada di kuadran S (Self Employee / Pekerja Profesional) ? Apakah kita sudah berada di kuadran B (Business Owner / Pemilik) ? Atau bahkan kita sudah berada di kuadran tertinggi yaitu I (Investor / Penanam Modal) ?

Tapi saat ini saya tidak mau membahas Quadrant Cashflow milik R. Kiyosaki. Tapi saya mau membahas Quadrant Coaching & Mentoring Business atau pembelajaran dalam bisnis.

Menarik kita bahas karena saya menemukan istilah Quadrant Coaching ini sewaktu saya berdiskusi panjang lebar dengan Pak Sonny Founder dari Vanaya Instute. Pak Sonny dengan sabar menjelaskan ke saya bagaimana konsep kuadran ini.

Ternyata dalam memilih metode belajar bisnis ada kuadrannya dan kuadran ini tidak jauh berbeda apabila di lihat dari Quadrant Cashflow milik Kiyosaki.

Ada 2 garis besar yang menjadi parameter yaitu garis time / waktu untuk menjelaskan pass / waktu lalu dan future / waktu masa depan. Kemudian garis action /  tindakan untuk menjelaskan ask / bertanya atau tell / berbicara.

Mari kita lihat satu persatu apa maksud kuadran-kuadran ini.

Quadrant Conseling

Quadrant Conseling adalah kuadran penyuluhan dimana kita berada pada posisi yang sedang di berikan penyuluhan atas dasar kesalahan yang kita lakukan kemarin. Kalau di jaman SMA, ada namanya Bimbingan Penyuluhan (BP) yang terkenal dengan anak-anak dengan cap nakal atau bandel. Tidak jauh beda, kuadran ini berada

Conseling lebih banyak bertanya tentang hal /  kesalahan yang sudah dilakukan seperti :

“Kenapa kamu melakukan hal tersebut ?”

“Kenapa kamu mengambil keputusan itu?”

Dalam dunia bisnis kuadran ini bagus untuk mengeksplorasi lebih jauh perihal kesalahan-kesalahan yang dulu pernah dilakukan. Tentunya agar kesalahan-kesalahan tersebut tidak terulang lagi dimasa-masa selanjutnya.

Quadrant Therapy

Quadrant Therapy adalah kuadran penyembuhan. Dimana sang pelaku sudah melakukan kesalahan dan therapist memberitahukan kesalahan kita dimasa lalu.

“Kamu melakukan kesalahan ini… kalau begitu kamu harus banyak istirahat, banyak olahraga dan banyak minum obat! Kalau kamu tidak melakukannya, efek negatifnya akan jauh lebih dhasyat dari sebelumnya”

Kata-kata analisis tentang kesalahan masa lalu menjadi tolak ukur dalam kuadran ini dan sang therapist mencoba memberikan gambaran apabila kesalahan itu masih dilakukan dapat berdampak tidak baik bagi kesehatannya.

Banyak sekali pengusaha yang hancur secara mental ketika bisnisnya hancur karena kesalahan sistem atau pengelolaan. Pengusaha tersebut drop dan tidak lagi memiliki semangat hidup serta semangat bangkit dari keterpurukan. Apabila kita sedang mengalami nasib seperti ini berarti kita sedang berada dalam kuadran yang satu ini.

Quadrant Training / Mentoring

Quadrant Training / Mentoring adalah kuadran dimana para peserta berada pada masa pembelajaran kemudian diberikan pendampingan / mentoring dari orang yang sudah lebih dulu terjun didunia tersebut.

Mentoring dan Training diberikan oleh orang yang sudah sukses kepada orang-orang yang baru mau mulai bahkan baru mau beranjak dari keadaan sekarang. Peserta lebih banyak mendengarkan nasihat nasihat bijak dari senior atau mentornya bahwa yang itu baik yang ini tidak baik … yang ini bagus yang ini tidak bagus.
Analisa yang dikeluarkan mentor atau trainer lebih banyak berdasarkan pengalaman mentor itu sendiri. Karena mentor adalah orang yang sudah banyak makan asam garam, mentor dapat memberikan masukan terbaik sesuai apa yang sudah dialaminya sewaktu sang mentor masih berada di posisi kuadran ini. Mentor biasanya dengan senang hati meluang waktu dan kesibukannya untuk memberikan pengarahan kepada murid-muridnya dan berbagi ilmu perihal apa yang baik dan tidak baik berdasarkan pengalamannya.

Quadrant Coaching

Quadrant Coaching adalah kuadran pembelajaran yang dilakukan oleh Coach atau Guru. Coach tidak harus berasal dari kalangan yang sama karena sebenarnya Coach dalam hal ini lebih banyak bertanya kepada peserta atas apa yang diinginkan / dicapai dimasa yang akan datang. Coach adalah orang yang bersetifikasi untuk memberikan pelajaran dan sudah mengikuti serangkaian pendidikan atas apa yang dipelajarinya.

Coach bertanya apa target peserta ? kemudian dia memberikan analisa berdasarkan ilmu bisnisnya apa yang harus dilakukan oleh peserta.

Banyak CEO atau pemimpin perusahaan besar berada atau mengambil keputusan untuk berdiri di kuadran ini. Karena masing-masing pemimpin perusahaan tersebut punya masalah atau target yang akan dicapai oleh perusahaannya. Kemudian coach memberikan masukan dan arahan agar pemimpin perusahaan ini dapat mengejar target dan tujuannya.

Karena target dari Coaching ini adalah masa depan yang ingin diraih. Biasanya timbal balik / bayaran yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit. Coach yang hebat bisa mematok harga yang fantastis sampai ratusan juta rupiah tapi dengan target dan tujuan yang nilai rupiahnya sangat lebih fantastis lagi.

Masing-masing kuadran punya kelemahan dan kelebihannya. Sekarang kita berada pada kuadran mana ? Dari situ kita dapat mengambil keputusan mana yang kita inginkan. Therapy ? Conseling ? Training / Mentoring ? atau bahkan Coaching ?

Semua kembali ke diri kita masing-masing.

Salam Sukses Manfaat,

CYP

Chandra Yan Permadi

@chandraypermadi

[ad_2]

Source link