Wahyu Indra : Arti TDA dan Mentoring Buat Saya !

Sebelum bergabung dengan komunitas bisnis Wahyu Indra bisa dikatakan berjalan di tempat dan cenderung frustasi. Saking frustasinya, ia sampai ingin kembali ke usahanya yang sebelumnya di Production House. Hingga suatu hari di bulan Desember 2010 Wahyu disarankan oleh suplier grobaknya di Pondok Gede untuk segera bergabung di Komunitas TDA. Dikarenakan domisili Wahyu di Depok, maka sang teman menyarankannya untuk bergabung di TDA Depok.

Sesegera mungkin Wahyu mencari informasi tentang TDA Depok, dan bergabunglah ia sebagai member milis TDA Depok. Beberapa member yang sangat aktif mengomentari isi milis ia kunjungi untuk sekadar silaturahmi dan haus rasa ingin tahu lebih dalam tentang TDA. Sampai akhirnya ada sebuah pengumuman di milis yang memberitahukan bahwa akan dilakukannya Kelompok Mentoring Bisnis (KMB) di Jakarta Utara. Berbekal rasa ingin tahu yang besar, Wahyu nekat datang ke acara tersebut meskipun ia belum menjadi bagiannya.

“Ceritanya lucu. Kehadiran saya saat itu membuat mereka bertanya, Anda siapa dan maksud kedatangannya ke sini untuk apa? Saya pun memperkenalkan diri bahwa saya Wahyu Indra dengan usaha Mie Ayam Grobakan. Adapun saya mengutarakan bahwa kedatangan saya ke tempat tersebut adalah ingin tahu lebih dalam tentang TDA secara utuh. Alhasil semua peserta KMB menerima saya dan dijadikan salah satu member

yang bergabung dalam KMB tersebut,” kenang Wahyu.

Sejak saat itu Wahyu mengaku langsung jatuh cinta dengan TDA dan terus mengikuti kegiatan KMB hingga saat ini. “Dan hal inilah yang membesarkan usaha saya. Karena selain silaturahmi, kegiatan KMB menularkan cara entrepreneurship yang baik dari landasan sampai dengan pengembangan usaha,” ujar Wahyu yang saat ini menjabat sebagai ketua TDA Depok.

Sejak saat itu pula, setiap ada kegiatan di TDA Depok hampir semua diikutinya untuk menjalin silaturahmi dengan para member lainnya, baik di klub fashion, kuliner, edukasi dan properti. Alhasil dengan silaturahmi dan pertemuan KMB, usaha Wahyu menjadi berjalan dengan lancer.

Wahyu mengaku, sebelum bergabung di TDA baru dalam enam bulan usahanya bisa mempunyai tujuh mitra. Sementara setelah bergabung dengan TDA, setelah 1,5 tahun mitranya bertambah menjadi 134 yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang dan Pekanbaru.

Wahyu saat ini menjadi mentor di KMB yang beranggotakan member yang masih amphibi atau berada dalam masa peralihan karena masih bekerja dan memiliki usaha sampingan. Wahyu mengatakan bahwa manfaat yang diterimanya sungguh sangat luar biasa atas ilmu pengetahuan yang didapatnya dari para mentor, sehingga ia bagi lagi ilmu tadi kepada para mentee-nya.

Aktivitas berbagi ini memiliki hikmah yang sedemikian besar bagi Wahyu. “Ini sebuah kenyataan, dengan saya sering berbagi di segala aspek hikmahnya terasa sekali. Selain usaha saya berkembang juga segala urusan dengan usaha itu dimudahkan. Sampai-sampai alhamdulillah juga media sering meliput usaha dan brand saya semakin dikenal,” ujarnya peraih penghargaan Indonesia Franchise Award sebagai Market Leader Franchise dan Fastest Growing Franchise pada 24 Januari 2012.

Sumber : Buku Keajaiban Tangan Di Atas, Karya : @roniyuzirman dan @iimrusyamsi