BENAR GAK SIH EMAS PERHIASAN ITU INVESTASI ????

[ad_1]

Ada kumpulan ibu ibu sekolah lagi ngerumpi di warung soto dekat pasar Depok. Saking besarnya suara mereka ngerumpi sampe terdengar oleh seluruh pengunjung soto.

“Lu beli emas sono di Toko Singg***ng!!!! ….. nanti emasnya bisa dijual lagi, kalau belum mau dijual bisa lu pake dulu aja buat mejeng. Nanti kan jadi investasi lumayan” ujar salah satu Ibu muda. Emas yang dimaksud adalah emas perhiasan seperti kalung, gelang, anting, cincin dan lainnya yang berbentuk perhiasan.

Saya langsung berpikir sedikit dan menganalisa alakadarnya.

BENAR GAK SIH EMAS PERHIASAN ITU INVESTASI ????

Sadar tidak sadar pemahaman kita akan perhiasan itu adalah investasi ternyata sedikit salah. Saya tidak bilang salah 100% yah, karena investasi itu sedikit banyak akan memberikan kita hasil lebih ketika kita menjualnya kembali.

Ketika kita menginvestasikan uang kita ke rumah atau tanah. Ketika dibeli misal harganya 100 juta rupiah. Kita pakai rumah tersebut, kita garap tanah tersebut dan tahun depan rumah itu kita jual. Kita bisa mengikuti harga pasar yaitu jual rumah menjadi 150 juta rupiah.
Wiiihhh, mantap, setahun kita investasikan uang kita dapat 50 juta …. lagipula kita tidak rugi karena ikut memakai rumah tersebut sebagai rumah tinggal. Kalaupun tidak ditinggali, tetap kita mendapatkan hasil investasi senilai 50 juta tadi. Ini sedikit contoh investasi sederhana.

Nah sekarang bagaimana dengan emas ?

Kita masuk ke toko dilayani pedagang toko emas yang ramah2 kita beli cincin emas 5 gram.

Ada berbagai tipe emas di toko perhiasan ini, ada emas 24 yang biasa dibilang murni, ada emas 22 yang harganya lebih rendah dari emas 24, ada juga emas 18 yang biasa kita bilang emas muda.

Nah, ketika kita beli emas itu akan dihitung harga emasĀ + ongkos bikin + model. Perhitungan 2 terakhir ini yang kadang kita gak sadar kalau kita ternyata sedang tidak membeli investasi.

Kenapa tidak ? Karena ketika kita mau jual emas itu tadi, pedagang sudah pintar seakan paling pintar sedunia.

Begini perhitungannya :

Kita beli 5 gram dengan harga satu gram 450rb menjadi 2.250.000,- pas sewaktu kita transaksi. Kita menjual lagi dengan waktu 6 bulan setelahnya. Kita coba tanya harga emas sekarang berapa dengan nilai yg sama, mungkin dia akan jawab “Harga emas lagi tinggi 475rb per gram”

OKE, kesempatan nih kalau kita jual sekarang, ada investasi 25rb per gram yang bisa kita dapatkan.

Eit, nanti dulu…. Coba kita tanyakan kembali “Saya mau jual emas saya yang ini…” sambil menunjukan perhiasan tersebut. Sang penjaga toko dengan SOP nya pasti menjawab, “Ada surat pembeliannya”

Nah sekarang kita hitung “investasi emas” kita ketika kita kasih surat belinya. Harga yg tertera adalah 450.000,- x 5 gram = 2.250.000,- langsung dikalkulasi sama penjaganya.

Harga emas total = 2.250.000,-
dikurangi ongkos bikin 25rb/gram x 5 gram = 125.000,-
dikurangi model yang sudah kuno 50rb per perhiasan
Dan harga emas kita dihargai dengan harga Rp. 2.075.000,-

Waaaahhhhhh, investasi nya RUGI.

harusnya ketika kita bilang itu investasi kita bisa menikmati hasil investasi itu selama 6 bulan. Tapi untuk perhiasan emas, tidak begitu…

Emas perhiasan hanyalah tabungan atau lebih tepat dikatakan “Simpanan Sementara”.

Karena emas perhiasan itu bukan investasi, ada nilai yg hilang ketika kita menjualnya kembali.

Tapi untuk sebuah tabungan atau simpanan tidak ada salahnya kita membeli emas perhiasan. Tapi jangan dibilang Investasi karena itu hanyalah Simpanan Sementara.

Salam sukses,

cyp
@chandraypermadi

[ad_2]

Source link