Jangan Jadikan Komunitas Sebagai Pasarmu

[ad_1]

Saat ini banyak sekali komunitas yang hadir ditengah-tengah kita. Mulai dari komunitas hobi, profesi, reuni sekolah, sampai komunitas yang kita bilang ‘norak’ banget.

Banyak komunitas bisnis yang mengedepankan bisnis syariah, bisnis properti, bisnis IT dan lain-lain. Bahkan yang saya sampai tidak habis pikir ada Komunitas Asep- Asep. Yang berkumpul disana adalah orang-orang yang mempunyai nama depan atau nama belakang Asep. Hebat banget, ide berkumpul dapat datang dari mana saja.

Tapi, di banyaknya komunitas yang ada sekarang ini. Masih ribuan orang yang hanya punya niat gabung ke komunitas karena ingin JUALAN.

Lho, emang gak boleh jualan di komunitas ? Boleh dan syah syah saja untuk jualan di komunitas.

Komunitas dibuat atas dasar saling membutuhkan bukan untuk belanja atau berjualan. Orang berkumpul di satu komunitas Otomotif karena mereka berpendapat akan bisa sharing tentang kendaraannya, bisa cari info apabila ada masalah di kendaraan mereka.

Celakanya banyak orang yang tidak paham akan situasi itu. Banyak diantara anggota komunitas hanya ingin berjualan di komunitas tersebut. Buat apa jualan dikomunitas? Komunitas itu rumah berkumpul, kalau mau jualan ya di pasar bukan dirumah.

Dirumah itu kita kalau bisa sharing, tuker pikiran bagaimana cara berjualan, cari info dan bangun jaringan atau kita kenal dengan istilah ‘Networking’. Kalau kita memang jualan, kasih tau ke semua penghuni disana bahwa kita jualan produk tersebut. Bukan berarti kita jualan / nawar-nawarin produk kita ke semua penghuni yang lain agar beli produk kita.

Jauh lebih besar manfaatnya ketika kita bisa berkolaborasi dengan kawan-kawan di komunitas tersebut untuk menjadi ‘Marketing’ produk kita. Apabila dikomunitas ada 100 orang dan semuanya menjadi ‘Marketing’ atau pemberitahu ke kawan-kawannya diluar sana akan produk kita. Berapa banyak target pasar diluar sana yang akan menjadi ‘calon pelanggan’ kita ?

Bayangkan, 1 anggota punya 10 teman. 1 anggota mereferensikan produk kita ke kawan-kawan mereka, sedangkan di dalam komunitas itu ada 100 anggota. Hitungan kasarnya 100 x 10 = 1.000 ‘calon pelanggan’ bisa kita dapatkan apabila kita menjadikan Komunitas sebagai rumah sharing.

Bandingkan ketika kita sendiri yang jadi ‘Sales’ di Komunitas itu. Total anggota ada 100, so paling cuma 100 orang yang bisa kita prospek.

Yuk, jadikan komunitas sebagai rumah tumbuh bersama. Sesama anggotanya saling support menjadi ‘Marketing’ anggota yang lain. Akan lebih indah lebih nyaman dan lebih bermanfaat.

Masih mau jual produk sendiri ke anggota Komunitas?

Salam sukses,
CYP
Chandra Yan Permadi
Founder & Owner of Toko Wireless
Ketua TDA Depok v.4

[ad_2]

Source link