8 Cara Membangun Budaya Bisnis ala Apple

[ad_1]

Salah satu keuntungan besar, saat anda menjadi wirausaha adalah membangun sejak awal budaya bekerja sendiri di perusahaan lebih mudah dibandingkan mengubah budaya di perusahaan yang sudah berjalan.

Tantangannya adalah bagaimana melakukannya, dan bagaimana melakukan dengan benar. Salah satu perusahaan terkemuka yang mampu membangun budaya perusahaan yang baik adalah Apple.

Dalam buku terbaru, Jim Stengel, yang berjudul “Grow: How Ideals Power Growth and Profit” mengungkapkan kajian mengenai 50 Bisnis Terbaik Dunia, termasuk Apple yang memfokuskan bisnis mereka pada budaya untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya memiliki rating pertumbuhan 3 kali lipat dibandingkan kompetitor di kategori yang sama.

Berikut adalah 8 prinsip dasar dalam membangun budaya perusahaan untuk para start up, yang nantinya bisa menentukan pertumbuhan dan potensi untuk survive ke depan;

Komunikasikan mimpi dan jalankan

Anda perlu menyatakan misi yang otentik dan bermakna. Bagi start up, alasan “mengapa” ini makin penting dan dipertanyakan. Mungkin banyak kompetitor bisa meniru “plek plek” produk, jasa, atau strategi pemasaran anda,  tapi tak ada yang bisa meniru alasan mengapa perusahaan ini harus berdiri. Otentisitas ini bisa dibilang seperti DNA; jadi keunikan bisnis anda akan menciptakan diferensiasi yang berkelanjutan.

Jelaskan sikap bisnis anda

Jangan salah, nilai dan prinsip individu anda sebagai pendiri bisa membangun budaya di perusahaan. Cara terbaik adalah berpeganglah teguh pada pedoman itu untuk berhubungan dengan para stakeholder, seperti tim karyawan, pelanggan, dan pemasok. Orang pun akan menghormati, bahkan mengikuti apa yang anda lakukan.

Desain organisasi anda untuk kebutuhan ke depan

Hal ini mencakup serangkaian pekerjaan spesifik yang mesti perusahaan anda lakukan, kemampuan untuk membangun daya kompetisi, dan jalan karir bagi para tim. Mengorganisasi pemasaran, penjualan, dan manajemen produk yang “tradisional” cenderung fokus pada masa sekarang.

Pastikan anda mendapat tim yang tepat

Bagi start up, ini artinya anda harus tahu kapan membutuhkan “bantuan” atau “pembantu”, maka rekrutlah orang dengan hati-hati dan bijak. Jika anda membutuhkan “bantuan”, maka anda butuh orang yang lebih pintar dari anda untuk beberapa domain tertentu, sedangkan “pembantu” akan mengerahkan tangan dan kaki mereka, tapi anda harus tetap mendikte apa yang harus mereka kerjakan dan caranya mengambil keputusan. Salah strategi merekrut, maka timbullah masalah 😉

Terapkan inovasi di segala lini

Anda juga harus menerapkan pendekatan inovasi portfolio di segala lini, tak hanya perbaikan produk, tapi juga model bisnis, pelayanan konsumen, dan proses bisnis yang berlanjut. Selain inovasi, tetapkan standar bagi tim anda. Tim yang baik akan selalu siap menerima tantangan, dan pelanggan anda akan pun akan menyadari itu.

Berlatih tiap hari

Setiap interaksi yang terjadi tiap harinya merupakan latihan yang nantinya akan membentuk mindset. Belajar atau berlatih merupakan kunci sukses tiap pemimpin dan perusahaan besar.

Berpikir dan beperilaku seperti pemenang

Pelanggan anda dapat merasakan seberapa besar motivasi bisnis anda hanya dari melihat produk dan bagaimana dipresentasikan kepada mereka. Jadi, pastikan tim anda tidak melewatkan kesempatan untuk menyenangkan pelanggan.

Hidup dengan warisan yang diinginkan

Jika anda sendiri saja tidak tahu tujuan akhir, maka anda tak akan pernah sampai ke sana. Maka, jika tim anda juga tidak tahu juga tujuan akhir bisnis anda, mereka juga tak akan sampai ke sana juga. Steve Jobs adalah salah satu pemimpin besar perusahaan kelas dunia yang menjalankan dan meninggalkan warisan di Apple atas produk dan pengalaman yang radikal bahkan ajaib.

Budaya bisnis yang tepat bukanlah mengandung atmosfer yang kultus, namun juga membuang konsep seperti kebijakan konvensional dan status quo. Tetapi, budaya yang dibangun dengan suasana ideal, di mana tim anda bisa kreatif, dan hal lainnya yang lebih dari sekedar menghasilkan keuntungan.

[ad_2]

Source link