Belajar Membangun Bisnis Start Up dari Jessica Alba

[ad_1]

Sebagai seorang aktris, rasanya kita tidak perlu meragukan lagi kemampuan wanita cantik satu ini. Namun, apa yang ada di benak anda saat mendengar seorang aktris bisa menjadi salah satu wanita terkaya AS versi Forbes karena aset bisnis yang baru dibangun beberapa tahun?

Jessica Alba kini menjadi salah satu pengusaha wanita yang cukup diperhitungkan karena kesuksesan perusahaan yang didirikannya sejak 2011 lalu. Kekayaan Alba mencapai 200 juta dolar dengan kepemilikan saham 15-20 persen di Honest Company.

Di bawah bendera The Honest Company, ia menjual berbagai  perawatan tubuh dan rumah tangga ramah lingkungan. Berawal dari produk perlengkapan dan popok bayi, kini sudah berkembang menjadi hampir lebih dari 100 jenis produk, seperti sabun, pasta gigi, shampo, vitamin, nipple balm dan masih banyak lagi.

Honest sendiri sudah mendapat pendanaan sebesar 100 juta dolar dengan valuasi bisnis sebesar 1,7 miliar dolar di tahun 2015 lalu. Bahkan, berdasarkan rumor yang beredar, perusahaan raksasa global, seperti Unilever dan P&G berminat untuk mengakuisisi perusahaan Alba tersebut.

Sebelum mendirikan Honest, Alba memang dikenal sebagai aktris yang banyak memerankan serial televisi dan film, sebut saja Sin City, Fantastic Four, Into the Blue, Dark Angel, dan masih banyak lagi.

Misi pribadi

jessica alba
dok. vanityfair

The Honest Company berdiri awalnya, lantaran kekhawatiran Alba terhadap kandungan bahan kimia yang terdapat pada perlengkapan bayi yang dihadiahkan seorang teman saat dirinya mengandung anak pertama.

“Saya berpikir, bagaimana jika bayi saya memiliki reaksi buruk dan saya tak mengetahuinya? Saya khawatir sekali, karena saat masih kecil saya juga sering sakit, seperti asma dan alergi,”ujar Alba dilansir Vanityfair.

Malam itu, ia mulai browsing setiap kandungan di mana beberapa toksin dilabeli sebagai “pewangi”. Maka sejak itu, misinya sangat jelas: “Saya ingin produk konsumen yang aman , efektif serta didesain secara cantik, harga terjangkau, dan mudah didapat.”

Ide bagus, lalu bagaimana mengimplementasikannya?

Alba meminta bantuan penulis buku Healthy Child Healthy World, Christopher Gavigan untuk  menunjukkan beberapa toksin di mana anak-anak sering terpapar lewat produk yang digunakan sehari-hari.

Di saat yang sama, ia juga mulai melakukan riset sendiri, di mana ia menemukan bahwa di AS, lembaga Food and Drug Administrations (FDA) hanya melarang sedikit bahan kimia berbahaya dibanding yang beredar di pasaran.

Sedangkan, di Eropa lebih dari 1300 bahan kimia ditetapkan tak aman untuk digunakan pada produk sehari-hari. Tahun 2011, Alba mendatangi Capitol Hill untuk meminta para anggota Kongres segera mengesahkan Safe Chemical Act.

Membangun koneksi

jessica alba
dok. pinterest

Setahun sejak berdiri, perusahaan Alba telah mencapai penjualan 10 juta dolar. Saat itu, Honest hanya meluncurkan 17 jenis produk perlengkapan bayi yang dikirimkan ke rumah pelanggan setiap bulannya.

Seiring berkembangnya permintaan pasar, varian produk sudah mencapai 135 buah, yang dijual baik online serta melalui 4.400 toko ritel, kini penjualan sudah diprediksi mencapai lebih dari 150 juta dolar. Perusahaan ini juga berencana menggarap pasar Korea dan menjajaki sejumlah pasar internasional lainnya.

Seorang venture capitalist di Forerunner, Kirsten Green pernah berkata, jika ada perusahaan yang belum diinvestasi, namun sangat ia  inginkan, maka dirinya selalu menjawab Honest.

Green sendiri sebelumnya pernah berinvestasi untuk Bonobos, Warby Parker, dan Reformation. Ia juga mengatakan Alba berhasil meredefinisi model bisnis di kalangan selebriti yang aspirasinya selalu berjarak sebagai orang terpandang, namun kali ini ia justru mampu membangun koneksi sesungguhnya dengan pelanggan.

“Selebriti terkadang perlu melakukan sesuatu yang lebih dibanding hanya sekedar berpose dengan produknya,”ujar Green.

Suami Alba, Cash Warren, alumnus Yale  sekaligus produser dan investor mengatakan, bahwa istrinya akhirnya memiliki kepercayaan diri yang mampu menggantikan ketidaknyamanannya karena tak pernah menginjak bangku kuliah.

“Inilah pertama kalinya, ia benar-benar paham bahwa ia memang cerdas. Ia kerap terbangun untuk memikirkan tentang Honest,”kata Warren.

Vanityfair/ cnbc

[ad_2]

Source link